Menurut Kantor Berita ABNA, turut bersimpatik dengan korban sipil akibat konflik di Suriah, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia memberikan donasi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah melalui Syrian Arab Red Crescent (SARC) salah satu cabang dari Hilal Ahmar (Bulan Sabit Merah).
"Hilal Ahmar adalah salah satu organisasi kemanusian internasional independen yang tidak memihak kepada siapa pun dan jauh dari ranah politik, sehingga dapat diterima oleh semua golongan dalam menjalankan Misinya untuk kemanusiaan." Jelas Mahrus ketua PPI Damaskus mengenai alasan memilih bekerjasama dengan SARC.
Mahrus lebih lanjut menjelaskan, "Misi yang dijalankan Syrian Arab Red Crescent (SARC) benar-benar penuh resiko, di mana mereka harus menjadi penengah antara pemerintah dan oposisi serta kelompok bersenjata lainnya. SARC bisa masuk ke wilayah-wilayah hot area yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan baik melalui darat maupun udara."
Abdul Rahman Attar, President of The Syrian Arab Red Crescent (SARC) yang menerima langsung sumbangan dari Pengurus PPI di kantor pusat Bulan Sabit Merah Suriah di Damaskus mengatakan, "Sejak lebih dari 5 (lima) tahun terjadinya konflik bersenjata, tercatat telah jatuh 65 korban jiwa dari pihak SARC (Relawan) yang berada di garis terdepan penyaluran bantuan kemanusiaan."
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto beserta beberapa staff-nya, Abdul Rahman Attar lebih lanjut menjelaskan, “Sampai sekarang ini belum ada satu pun Organisasi Pelajar Asing yg memberikan donasinya kepada kami, dan ini pertama kalinya dari Pelajar Indonesia di Damaskus.”
“Untuk saat ini, kami lebih membutuhkan medical supply, obat-obatan, vaksinasi, peralatan medis, ambulans, bahan makanan yang bergizi dan rumah sakit lapangan dan uang tunai untuk dibelikan susu yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para balita dan anak-anak yang berada di penampungan di bawah pengawasan The Syrian Arab Red Crescent (SARC). Karena bantuan PBB selama ini tidak pernah ada komponen susu untuk anak-anak yang sangat memerlukan.” ujar Dr. Abdul Rahman Attar lebih lanjut dan berterima kasih kepada para pelajar Indonesia.
Ketua SARC lebih lanjut menambahkan ucapan terima kasih atas kunjungan Dubes Djoko dan rombongan yang merupakan bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam krisis yang dihadapi di Suriah. Beliau juga menyampaikan bahwa ia telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia terutama ke Jakarta dan Bali, terkait dengan organisasi kemanusiaan.
Organisasi Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent) memiliki 14 cabang di propinsi-propinsi Suriah dan 75 sub cabang hingga ke pelosok Suriah. SARC juga merupakan organisasi kemanusiaan independen yang merupakan anggota dari Konfederasi Bulan Sabit dan Palang Merah Internasional. Presiden SARC juga merupakan salah satu anggota presidium konfederasi yang dimaksud.
Diakhir pertemuan, ketua PPI Damaskus atas nama PPI Dunia menyerahkan bantuan yang disampaikan secara simbolis yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia yang dimediasi oleh KBRI Damaskus diberikan kepada SARC senilai 3.565.000 (Tiga juta lima ratus enam puluh lima Lira Suriah) atau sekitar US$7000 (Tujuh ribu USD) dan 6 (enam) kardus berisi pakaian dan kebutuhan anak-anak. Bantuan ini diberikan sebagai ungkapan solidaritas dan perhatian terhadap rakyat Suriah yang berada di penampungan di bawah pengawasan SARC.


